Emak - Contoh Puisi Bahasa Indonesia
Emak
Peluh keringat, juga air yang menetes dari sudut
mata
Jadi hal sepele yang hampir selalu diabaikan
Ketika ayam berkokok mengajak matahari terbangun
Ia telah berdiri di ambang pintu
Punggungnya
yang semakin bungkuk memanggul keranjang bambu
Epidermis
telapak kakinya menyentuh sandal jepit lusuh
Surga
yang bahkan tak sempat seorang pun merawatnya
Langkahnya
terhenti di penyeberangan
Ketika matanya menatap gedung yang menjadi tempat
anaknya sukses kelak
Teringatlah pada masa itu…
Cita-citanya yang pupus
dimasa lalu menjadi pecut untuk merubah masa depan anak-anaknya
Bila kuingat lagi entah
seperti apa senyum emak yang selalu terlihat kuat
Hampir terhapus memori ini ketika menggambarkan
sosok emak dalam angan
Tinggalah
aku yang menyesal tak merawat surgaku
Hingga
emak yang mendahuluiku menuju Firdaus-Nya
Ingin
berteriak tanpa suara
Karena
berdiri pun aku tak kuasa
Cerita apa yang hendak kutulis di depan makam emak?
Untaian penyesalan membuatku sadar akan masa yang
tak dapat diulang
Tiap detiknya begitu bahagia seperti masa lalu
Menjadi jujur sesaat karena aku benar merindu
Kehadiran emak yang kini hanya sanggup jadi
imajinasi masa lampau
Terimakasih
sudah mengunjungi blog-ku.
Kalian
bisa klik link di bawah untuk tahu lebih banyak tentangku :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar