Selasa, 17 Maret 2020

Tokoh-tokoh dalam Gerakan Koperasi Indonesia - Tugas Ekonomi

Tokoh-tokoh dalam Gerakan Koperasi Indonesia



1. Raden arta wiriaatmadja 

(pencetus gerakan.perkoperasian di Indonesia), seorang patih dari Purwokerto, Jawa Tengah pada tahun 1896. Beliau bekerja sama dengan E Sieburg, mendirikan koperasi kredit sistem Riffeisen.

2. Dr. Sutomo

Bersamaan dengan berdirinya pergerkaan Boedi Oetomo pada tahun 1908 Dr. Sutomo mencoba mendirikan dan memajukan koperasi rumah tangga ( koperasi konsumsi )

3. Dr. Moh. Hatta 

Pada Awalnya, Hatta bersama dengan pergerakan Partai Pendidikan Nasional Indonesia dan selama menjabat menjadi wakil presiden beliau menulis beberapa esai dari buku ekonomi kerakyatan. Selama itu pula beliau mengembangkan koperasi di Indonesia. Oleh karena itu, Ia memperoleh sebutan sebagai Bapak Koperasi Indonesia dalam Kongres Koperasi Indonesia.

4. Prof. DR. Sri Edi Swasono

Beliau adalah menantu pertama dari Bung Hatta. Meskipun dekat, beliau ini sudah jauh jauh mengenal tentang koperasi bahkan sebelum menikah dengan Meutia Farida Hatta, anak tertua Bung Hatta. Menurutnya, koperasi harus menjadi sokoguru perekonomian Indonesia.



Terimakasih sudah mengunjungi blog-ku.
Kalian bisa klik link di bawah untuk tahu lebih banyak tentangku :




 


Sejarah Singkat Koperasi Indonesia - Tugas Ekonomi

Tugas Ekonomi - Sejarah Koperasi



Pada tahun 1896 seorang Pamong Praja Patih R.Aria Wiria Atmaja di Purwokerto mendirikan sebuah Bank untuk para pegawai negeri (priyayi).  Ia terdorong oleh keinginannya untuk menolong para pegawai yang makin menderita karena terjerat oleh lintah darat yang memberikan pinjaman dengan bunga yang tinggi.  Maksud Patih tersebut untuk mendirikan koperasi kredit model seperti di Jerman.  Cita-cita semangat tersebut selanjutnya diteruskan oleh De Wolffvan Westerrode, seorang asisten residen Belanda.   De Wolffvan Westerrode sewaktu cuti berhasil mengunjungi Jerman dan menganjurkan akan mengubah Bank Pertolongan Tabungan yang sudah ada menjadi Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian.  Selain pegawai negeri juga para petani perlu dibantu karena mereka makin menderita karena tekanan para pengijon.  Ia juga menganjurkan mengubah Bank tersebut menjadi koperasi.  

Di samping itu ia pun mendirikan lumbung-lumbung desa yang menganjurkan para petani menyimpan pada pada musim panen dan memberikan pertolongan pinjaman padi pada musim paceklik.  Ia pun berusaha menjadikan lumbung-lumbung itu menjadi Koperasi Kredit Padi.  Tetapi Pemerintah Belanda pada waktu itu berpendirian lain. Bank Pertolongan, Tabungan dan Pertanian dan Lumbung Desa tidak dijadikan Koperasi tetapi Pemerintah Belanda membentuk lumbung-lumbung desa baru, bank –bank Desa , rumah gadai dan Centrale Kas yang kemudian menjadi Bank Rakyat Indonesia (BRI).  Semua itu adalah badan usaha Pemerntah dan dipimpin oleh orang-orang Pemerintah. 

Mengantisipasi perkembangan koperasi yang sudah mulai memasyarakat, Pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan peraturan perundangan tentang perkoperasian. Pertama, diterbitkan Peraturan Perkumpulan Koperasi No. 43, Tahun 1915, lalu pada tahun 1927 dikeluarkan pula Peraturan No. 91, Tahun 1927, yang mengatur Perkumpulan-Perkumpulan Koperasi bagi golongan Bumiputra. Pada tahun 1933, Pemerintah Hindia Belanda menetapkan Peraturan Umum Perkumpulan-Perkumpulan Koperasi No. 21, Tahun 1933. Peraturan tahun 1933 itu, hanya diberlakukan bagi golongan yang tunduk kepada tatanan hukum Barat, sedangkan Peraturan tahun 1927, berlaku bagi golongan Bumiputra. Diskriminasi pun diberlakukan pada tataran kehidupan berkoperasi.

Pada tahun 1908, Budi Utomo yang didirikan oleh Dr. Soetomo memberikan peranan bagi gerakan koperasi untuk memperbaiki kehidupan rakyat.   Pada tahun 1915 dibuat peraturan Verordening op de Cooperatieve Vereeniging, dan pada tahun 1927 Regeling Inlandschhe Cooperatieve.  

Pada tahun 1927 dibentuk Sarekat Islam, yang bertujuan untuk memperjuangkan kedudukan ekonomi pengusah-pengusaha Pribumi.   Kemudian pada tahun 1929, berdiri Partai Nasional Indonesia yang memperjuangkan penyebarluasan semangat koperasi.  

Namun, pada tahun 1933 keluar UU yang mirip UU no. 431 sehingga mematikan usaha koperasi untuk yang kedua kalinya.  Pada tahun 1942 Jepang menduduki Indonesia. Jepang lalu mendirikan koperasi kumiyai. Awalnya koperasi ini berjalan mulus.  Namun fungsinya berubah drastis dan menjadi alat Jepang untuk mengeruk keuntungan, dan menyengsarakan rakyat Indonesia.
Setelah Indonesia merdeka, pada tanggal 12 Juli 1947, pergerakan koperasi di Indonesia mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya.  Hari ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Koperasi Indonesia. Sekaligus membentuk Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI) yang berkedudukan di Tasikmalaya (Bandung sebagai ibukota provinsi sedang diduduki oleh tentara Belanda).




Terimakasih sudah mengunjungi blog-ku.
Kalian bisa klik link di bawah untuk tahu lebih banyak tentangku :




 

Rabu, 11 Maret 2020

Lirik Lagu Cradles - Sub Urban

Lirik Lagu Cradles




Cradles  - Sub Urban
I live inside my own world of make believe
Kids screaming in their cradles, profanities
I see the world through eyes covered in ink and bleach
Cross out the ones who heard my cries and watched me weep
I love everything
Fire's spreading all around my room
My world's so bright
It's hard to breathe, but that's alright
Hush!
Tape my eyes open to force reality (Oh no, no)
Why can't you just let me eat my weight in glee?
I live inside my own world of make believe
Kids screaming in their cradles, profanities
Somedays I feel skinnier than all the other days
And sometimes I can't tell if my body belongs to me
I love everything
Fire's spreading all around my room
My world's so bright
It's hard to breathe, but that's alright
Hush!
I wanna taste your content
Hold your breath and feel the tension
Devils hide behind redemption
Honesty is a one way gate to hell
I wanna taste consumption
Breathe faster to waste oxygen
Hear the children sing aloud
It's music 'til the wick burns out
Hush
Just wanna be care free lately, yeah
Just kicking up daisies
Got one too many quarters in my pockets
Count 'em like the four leaf clovers in my locket
Untied laces, yeah
Just tripping on daydreams
Got di
rty little lullabies playing on repeat
Might as well just rot around the nursery and count sheep





Terimakasih sudah mengunjungi blog-ku.
Kalian bisa klik link di bawah untuk tahu lebih banyak tentangku :



https://instantstudentstudent.tumblr.com/